Langsung ke konten utama

Bangun Woi


Jadi ceritanya gw lagi nyoba nulis pake gayanya Alvi Syahrin. Muehehe 

Kamu membaringkan diri, meletakkan hp setelah berjam-jam tak terasa dirimu larut menyelami Instagram. Menjelajahi trending Twiter. Berbalas chat di Wa. Menyimak video Youtube. Senyum2 sendiri .

Kamu mulai menyadari kalau ternyata keadaan akan terus berjalan seperti ini. Mungkin selama beberapa bulan ke depan. Atau jebol hitungan tahun? Kamu tak peduli. Bosan sekali rasanya.

Dan, lagi-lagi kamu sadar kalau momen ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ya, ini berbeda. Sangat berbeda. Tanyakan kepada tokoh sukses yang kamu gemari. Mereka tidak pernah menganggur selama seperti sekarang. Sungguh.

Iya, kamu tahu waktu-waktu ini bisa jadi penentu atas lompatan besar yang ingin kamu capai nanti. Kamu memahaminya. Sekarang ini usia-usia berkembang kan? Usia yang kata mereka para orang dewasa 'harus dimanfaatkan.

Terlambat itu ada, dan kamu yakin itu. Tapi rasanya malas sekali untuk bergerak. Untuk belajar. Untuk produktif.

Bukan, bukan belajar seperti yang kurikulum negara ajarkan. Bukan hanya itu. Belajar bisa berarti banyak hal. Menyetir kalau-kalau kamu belum bisa. Ikut memasak mungkin. Atau, belajar pemograman. Desain-mendesain.

Atau apa pun itu. Pengetahuan baru. Yang terpenting setiap hari wawasan bertambah. Benar begitu? Kamu santri? Kuatkan materi yang selama ini sudah dipelajari.

Penambahan mufradat dengan buku-buku fikih. Pemantapan grammar dengan teori-teori nahwu. Sebentar saja. sisihkan beberapa jam.

Atau, kamu ingin sekali merintis karir menjadi pengusaha? Masih mengingat ucapan seorang Dewaselling itu kan? Semua pake ilmu, bisnis juga begitu, jangan asal gebrak. Mulai baca dan pelajari.

Ada yang bilang pandemi ini masih berjalan dua bulan kedepan. Ada yang bilang kalau akan memakan waktu hingga dua tahun. Ada yang bilang pendemi ini akan berubah menjadi endemik lantas menetap selamanya. Kamu mulai bangun.

Menatap dengan pandangan sedikit kabur, bangkit dari posisi tidur. Akhirnya kamu mulai berpikir tentang langkah yang akan dibuat. Baiklah, kamu benar. Tidak bisa selamanya seperti ini. Kamu sudah dua setengah bulan menganggur. Lalu akan ke mana kamu setelah ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sore Dan Kamu

Hari ini biasa sekali, bahkan jika ditanya dan aku jawab yang sebenar-benarnya, aku juga bingung akan tuliskan apa, tapi sore nanti, dirimu lewat, dan selalu begitu seperti setiap jumat, sore, sekitar 4.30, maka terimakasih kamu yang nanti lewat di depan, sedikit, itu memperbaiki rasa hati, sedikit, itu mengisi kekosongan, juga aku berterimakasih kepada waktu sore, dan kepada yang menciptakan waktu sore, menyenangkan memperhatikanmu, kamu dan sore, sayangnya, aku takut, dan selalu takut, 4 tahun mengenalimu secara sepihak, perkembangan terbaik adalah ketika kamu menatap dan aku tidak berpaling, itu hanya beberapa detik, detik-detik terbaik, detik-detik yang indah, dan kembali ke hari ini, hari ini biasa, cuma, nanti, ketika sore tiba, hari ini bisa jadi spesial, terimakasih kamu yang kerap kali lewat.

Februari Kemarin

Kenapa Februari 2021 ini kosong dari tulisan? Itu terjadi berkat beberapa alasan. Pertama karna aku terlalu sibuk, juga terlalu malas. Jika diminta untuk memilih, tentu Aku lebih memlilih Syaikh Labib untuk mengisi Skb, walalupun menulis seperti kali ini lebih nyaman buatku, apalagi sambil menyimak playlist pilihan. Alasan kedua, setelah kupikir-pikir tidak ada alasan kedua, hanya yang pertama tadi, ini jawaban yang sama ketika aku ditanya kenapa berhenti belajar bahasa inggris, karna aku lebih memilih mengoptimalkan waktu untuk kesibukan yang lain, dan buntut dari itu justru tumbuhnya kemalasan yang menyebabkanku mampir terlalu lama di aplikasi Youtube IG TikT**. Omong-omong soal TikTok, aplikasi ini tidak semenjijikan seperti yang aku asumsikan sebelum coba-coba untuk bermain di dalamnya, dulu kupikir isinya hanya orang joget-joget, ternyata aku salah. Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan, bahasa inggris via TikTok adalah cara yang sangat-sangat optimal untuk dipraktekan, mungkin le...

DESEMBER

Liburan Desember ini, kita nggak pulang, dan akan habiskan sisa kosong hari di pondok. Agak menyenagkan, pertama karna sebelumnya belum pernah seperti ini, kedua karna “KEMARIN ABIS LIBUR 8 BULAN WOY”, anggap saja ini kafarat. Awalnya, kita  merencanakan kegiatan untuk mengisi liburan dengan kisar 6 harian, dimulai tanggal 27 (senin), berakhir hari minggu yang aku lupa persisnya tanggal berapa. Dan kita harus mengakui kalau perencanaan itu sedikit payah, kecuali bagian nobar Asyura' dan Masak, juga pentol bakar sempol malam 1 januari. Selainnya, hanya tentang pelajaran. Bosan. Tapi dengan datangnya kelas 3 ke Sumber, hal ini agak membantu, jadi lebih sedikit seru. Setelah perencanaan enam hari itu, ada pengumuman revisi, isinya, kita libur sampai tanggal 14 januari, sangat sangat lama untuk ukuran sumber tanpa hp, untung saja masih ada laptop tiap malam. Ah, terlepas dari semua itu, hari hari ini menyenangkan, berbeda, kelompok harisul lail kita juga istimewa, ahaha, pertama kaliny...