Jadi, nanti aku akan lulus KMI, atau keluar di pertengahan kelas tiga (awal maksudku) setelah sebelumnya serius sekali mempelajari Fiqih dari Al-Iqna Ushul Fiqih dari tashilul ushul fi fahmi lubbul ushul Dan Gramatika bahasa arab dengan Jamiuddurus. Juga beberapa hafalan penting mungkin.
Lalu aku akan terbang jauh sekali ke negeri yang pada dasarnya nggak keren2 amat. Cuma kalo akunya serius, itu bakal jadi episode paling epik dalam hidup.
Aku sudah melalui sedikit banyak penyesalan. Aku juga sudah tahu rasanya bersykur lepas rajin-rajinnya belajar. Jadi, insyaallah aku bisa menangani diriku sendiri, aku mampu memilih. Haha.
Di sana ada banyak orang dengan banyak tipe kepribadian. Aku ingin bergaul dengan semuanya, yah, walau itu terdengar sama sekali bukan karakterku yang kalau boleh dibilang condong ke introvert. Tapi aku akan berusaha mencoba.
4 tahun dengan kedewasaan berfikir nanti. Itu bisa cukup membuat aku akrab seperti teman2 di MTS yg sekarang sama2 di KMI ini. Cukup untuk saling memahami. Akhirnya aku punya relasi yang baik.
Apa yang terjadi ketika pulang kembali? Nah, di sini aku bingung. Kadang aku kepikiran untuk menghabiskan setahun penuh belajar bahasa inggris. Aku tahu itu sangat berguna.
Editor. Master copywritting. Aku akan menikmati pekerjaan-pekerjaan itu, walau aku sendiri tidak begitu tahu tulisan diatas apakah sudah betul.
Atau sebaiknya aki jadi pengajar di pesantren. Terdengar membosankan, ini juga pilihan yang tidak terlalu aku inginkan.
Tapi dari situ aku bisa kenal dengan banyak orang, Menjalin lingkar pertemanan baru, Itu akan sangat menguntungkan apalagi kalau di pesantren besar. Aku juga bisa bebas menulis.
DAN....
Pikiranku berhenti disini. Aku sendiri nggak terlalu yakin omongan di atas apakah bisa terjadi.
Bukan hidup kalau apa-apa sesuai dengan rencana. Hal terbaik adalah “Jadi orang yang peduli tentang hari ini” Hari ini itu penting, hari ini aku membutuhkanku. Hari ini, sama sepesialnya dengan 10 tahun kedepan nanti. Hari ini punya kesempatan untuk jadi yang terhebat.
Nantinya, akan ada banyak kesempatan tanpa diminta. Ambil itu, kerjakan sebaik-baiknya pada hari itu. Karna bisa jadi itu umpan buat kesempatan-kesempatan lain agar mendatangimu.
Dan ingat, hari itu adalah hari ini, maksudku, hari itu sama persis dengan hari ini, aku hanya perlu melakukan yang paling baik.
“Ketika aku berangan-angan soal masa-masa esok, penyesalan 8 bulan terakhir jadi nggak terlihat karna memang nyatanya ada puluhan tahun yang menungguku nanti”
Komentar
Posting Komentar