Oke, seperti biasa, aku spontan aja ngetik sesuatu yg kali ini ada di pikiran.
Hari-hari ini agak berat, ya, nggak terlalu berat sebenarnya, kalau dilihat dengan sisi-sisi yang berbeda, dibawa santai kayak syauqi juga bisa.
Aku baru saja mau menyelesaikan bab pilihanku di kifayatul akhyar, sekalian menghafal tadzhib, eh, ada imtihan.
Dan, memang, setiap kali imtihan datang, rasanya ada dorongan buat ngasih yang terbaik yang aku punya, nggak peduli dengan cara apapun.
Buktinya, kelas satu kemarin aku ada di peringkat satu, itu juga yang membuat rasa tertekan semakin besar, kayak ada hawa-hawa yang menuntutku, “pokonya kamu ga boleh digeser!”.
Belum juga fathul muin, ditambah hafalan sofwatu zubadku, ditambah juga imtihan hafalan yg juz 2.
Umdahtul ahkam belum ada kisi-kisi, ulumul quran panjang banget, ulumul hadist juga.
Itu kalau “dipikir”, dan sebenarnya kalau mau dijalani mudah saja, seperti sebelum-sebelumnya, cuma, ya begitu.
(Stop dulu, ini pegang hp cuma buat ngerjain makalah shorof, main-mainnya besok aja, kan ahad ke-dua)
Komentar
Posting Komentar