Absen Absen.
Oke, hari ini cukup melegakan, sebenarnya hari-hari kemarin juga sudah cukup melegakan, tapi sekarang, kamis tanggal dua puluh empat desember dua ribu dua puluh, imtihan sekolah tuntas dengan sempurna, juga imtihan tahfidz.
Di catatan sebelumnya, aku bisa sangat-sangat kacau, karna setiap datang imtihan, aku selalu menuntut yang paling sempurna yang bisa aku limpahkan. Sedang waktu itu targetku belum rapi, masih berantakan, bingung maana yang harus didahulukan untuk dipelajari dan mana yang masih bisa nanti-nanti.
Terlepas dari itu, ternyata kalau sudah dijalani enaklenak aja, dan benar, aku cukup puas untuk hasil yabg kemarin kemarin, setelah belajar mati-matian, setelah mendahulukan mustolah dan umdah dua hari sebelum intihan. Lega.
Tapi, tetap saja ada beberapa kesalahan, dan kali ini, aku mau coba review.
1. Minjajul Muslim. Dua soal pertama keluar dari kisi-kisi, semua nggak tahu jawabannya kecuali Ammar, soalnya dia suka baca-baca.
2. Tafsir, Sempurna
3. Umdahtul ahkam, Bener sih, tapi ada satu lafadz yang agak sedikit salah: “lau anna rojulan au qola imroan” aku malah menulis “ahadukum”
4. Nahwu, ini nggak sesuai kisi-kisi, jadi aku agak kurang lancar waktu menjelaskan kapan wajib dan jaiznya nun taukid pada fiil. Juga ada ta'lil yang aku kurang bisa -syauqi aja juga bingung-
5. Fiqih, Sempurna, eh, ada beberapa penjelasan yang aku kurang plong, tapi secara keseluruhan harusnya sempurna, Sohih Ashoh. Rofiie Nawawi.
6. Ushul fiqih, aku tambahkan Taqsimat dari Dr.Labib, sempurna.
7. Syarah hadist, aduh, aku lupa seputar ya nisbah, dan irob kalimat “fima siwa hu” tenang, syauqi juga bingung.
8. Ulumul Quran, ini bener sih, tapi aku salah memahami soal terakhir yang disuruh sebutin “fawaid”, dan yang ku sebut malah “Ahamiyah” dari Wahidi syaikhul bukhori, Ibnu Daqieq Al-ied sama Ibnu taymiyah.
9. Mustolahul Hadits, ini hafalan 20 lebih ta'rifat dan contoh-contoh hadits, belajarnya lama, imtihannya cepet, aku kurang menambahakan contoh bidah mukaffiroh dan mufasiqoh. Perintahnya disuruh untuk mendatangkan dua contoh, jadi pernyataan itu mahmul ke dua kesimpulan: “Masing-masing dua contoh” Atau “contoh mukaffiroh satu dan mufasiqoh satu”. Kalo maksudnya yang kedua, berarti aku benar.
10, Tajwid, dah lah, jangan ditanya, semua juga ga bisa, tapi aku sedikit beruntung, apa yang aku pelajari beberapa menit sebelum ustadz fuad masuk keluar, pembagian idzhar, beda nun sukun dan tanwin, syaik aiman, sulaiman bin husain bin muhammad assalabi aljamzuri. -ini pentingnya baca-baca sebelum ulangan meski sedikit-
11. Shorof, buat makalah.
Maddah (mata pelajaran) yang ada belum seluruhnya, mungkin karna kemarin sempat gabung sama kelas tiga, juga mungkin karna korona, banyak faktorlah.
Intinya, setelah semua ini. Ingat! Ilmu itu tetap yang ada di hati, bukan di pikiran, kalo yang dipikran namanya wawasan. “Kamu ga bisa cuma mengandalkan Logika, ada faktor lain yang harus dirayu” -Abi
Sekian.
Komentar
Posting Komentar