Langsung ke konten utama

Aku, Ide di Kepalaku dan Hari Besok

Ideku mengenai akan menjadi apa aku besok melalui banyak perubahan, dari yang memang masuk akal, sampai yang baru saja kusadari bahwa itu konyol.

Sekarang ini, aku hanya ingin serius kepada hal-hal yang memang saat ini aku sedang dipersiapkan untuk itu, jangan terlalu serius ke hal lain, fokus ke sini, ke tempat mengapa aku disini.

Dan nanti, pada ujungnya aku ingin menjadi pelajar seperti fakhri faizul haq, sambil menulis selayaknya wina harati, agar tipe2 Felix siauw, Habiburrahman, Asma Nadia, terkumpul dalam karakterku.

Semoga saja, dan yang pasti, aku tidak ingin hanya berdiam di indonesia, aku ingin buku-buku yang kutulis nanti dibedah hingga manca negara, aku ingin menjadi pembicara dari masjid kota di Jogjakarta hingga Vienna Austria.

Seperti Gita Savitri, Vlog di eropa, Seperti juga Felix siauw yang menjadi guide di Istanbul. Aku menambakan diriku seperti itu nanti, dan aku yakin kalau aku akan jadi figur seperti yang ku inginkan itu.

Pintar-pintarlah mengetahui kemampuan, Asah, dan sertakan Allah dalam semua ini, seperti yang barusan kubaca dari buku kepemimpinan transformasional insantama(lupa judulnya), nafsiah sehari2 itu penting, dan sangat menentukan seperti apa kamu nanti.

Rayu kehendakNya dengan menunaikan HakNya. Jangan menyimpang dari syariat, tekankan apa yang disunnahkan, Insyaallah, apa yang kita harapkan sangat dapat tercapai. Sekian.

Solo, 8 maret, 2021| Sambil denger lagu Sesuatu Di Jogja, Spontan nulis, Upload, Blm sempet edit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sore Dan Kamu

Hari ini biasa sekali, bahkan jika ditanya dan aku jawab yang sebenar-benarnya, aku juga bingung akan tuliskan apa, tapi sore nanti, dirimu lewat, dan selalu begitu seperti setiap jumat, sore, sekitar 4.30, maka terimakasih kamu yang nanti lewat di depan, sedikit, itu memperbaiki rasa hati, sedikit, itu mengisi kekosongan, juga aku berterimakasih kepada waktu sore, dan kepada yang menciptakan waktu sore, menyenangkan memperhatikanmu, kamu dan sore, sayangnya, aku takut, dan selalu takut, 4 tahun mengenalimu secara sepihak, perkembangan terbaik adalah ketika kamu menatap dan aku tidak berpaling, itu hanya beberapa detik, detik-detik terbaik, detik-detik yang indah, dan kembali ke hari ini, hari ini biasa, cuma, nanti, ketika sore tiba, hari ini bisa jadi spesial, terimakasih kamu yang kerap kali lewat.

Februari Kemarin

Kenapa Februari 2021 ini kosong dari tulisan? Itu terjadi berkat beberapa alasan. Pertama karna aku terlalu sibuk, juga terlalu malas. Jika diminta untuk memilih, tentu Aku lebih memlilih Syaikh Labib untuk mengisi Skb, walalupun menulis seperti kali ini lebih nyaman buatku, apalagi sambil menyimak playlist pilihan. Alasan kedua, setelah kupikir-pikir tidak ada alasan kedua, hanya yang pertama tadi, ini jawaban yang sama ketika aku ditanya kenapa berhenti belajar bahasa inggris, karna aku lebih memilih mengoptimalkan waktu untuk kesibukan yang lain, dan buntut dari itu justru tumbuhnya kemalasan yang menyebabkanku mampir terlalu lama di aplikasi Youtube IG TikT**. Omong-omong soal TikTok, aplikasi ini tidak semenjijikan seperti yang aku asumsikan sebelum coba-coba untuk bermain di dalamnya, dulu kupikir isinya hanya orang joget-joget, ternyata aku salah. Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan, bahasa inggris via TikTok adalah cara yang sangat-sangat optimal untuk dipraktekan, mungkin le...

DESEMBER

Liburan Desember ini, kita nggak pulang, dan akan habiskan sisa kosong hari di pondok. Agak menyenagkan, pertama karna sebelumnya belum pernah seperti ini, kedua karna “KEMARIN ABIS LIBUR 8 BULAN WOY”, anggap saja ini kafarat. Awalnya, kita  merencanakan kegiatan untuk mengisi liburan dengan kisar 6 harian, dimulai tanggal 27 (senin), berakhir hari minggu yang aku lupa persisnya tanggal berapa. Dan kita harus mengakui kalau perencanaan itu sedikit payah, kecuali bagian nobar Asyura' dan Masak, juga pentol bakar sempol malam 1 januari. Selainnya, hanya tentang pelajaran. Bosan. Tapi dengan datangnya kelas 3 ke Sumber, hal ini agak membantu, jadi lebih sedikit seru. Setelah perencanaan enam hari itu, ada pengumuman revisi, isinya, kita libur sampai tanggal 14 januari, sangat sangat lama untuk ukuran sumber tanpa hp, untung saja masih ada laptop tiap malam. Ah, terlepas dari semua itu, hari hari ini menyenangkan, berbeda, kelompok harisul lail kita juga istimewa, ahaha, pertama kaliny...