Satu hal paling memuakan kalo berbicara soal waktu adalah penundaan karna terlanjur nggak semangat di awal. Yah, mungkin ini hanya berlaku bagiku. Hari rabu, berarti jadwal kami selaku kelas dua buat mengajukan hafalan, sialnya, sore itu, di kelas atas, aku dan audit malah main-main sendiri. Berawal dari aku yang mengawali coretan pake sepidol di muka. Lalu saling mengejar dengan penghapus. Dilanjut pake obat pel. Sampai akhirnya kami berdua terjun ke medan pertempuran air. Gayung dan sabun yg diaduk jadi senjata yang mematikan, menyenangkan juga sih. Tapi saat itu waktunya benar-benar nggak cocok. Aku serasa kehilangan momen sendiri, serasa hari itu jadi hari paling menyedihkan dalam minggu ini. Sampai-sampai aku menghitung Oportunity Cost dari habis ashar sampai maghrib. Dan aku berjanji pada diri sendiri untuk cari modal waktu dan eksekusi selagi yang lain tertidur atau apalah (pokonya yg lain harus nganggur dan aku akan hafalan/belajar) Nah........ Setelah itu, setelah di piki...
Kenapa Februari 2021 ini kosong dari tulisan? Itu terjadi berkat beberapa alasan. Pertama karna aku terlalu sibuk, juga terlalu malas. Jika diminta untuk memilih, tentu Aku lebih memlilih Syaikh Labib untuk mengisi Skb, walalupun menulis seperti kali ini lebih nyaman buatku, apalagi sambil menyimak playlist pilihan. Alasan kedua, setelah kupikir-pikir tidak ada alasan kedua, hanya yang pertama tadi, ini jawaban yang sama ketika aku ditanya kenapa berhenti belajar bahasa inggris, karna aku lebih memilih mengoptimalkan waktu untuk kesibukan yang lain, dan buntut dari itu justru tumbuhnya kemalasan yang menyebabkanku mampir terlalu lama di aplikasi Youtube IG TikT**. Omong-omong soal TikTok, aplikasi ini tidak semenjijikan seperti yang aku asumsikan sebelum coba-coba untuk bermain di dalamnya, dulu kupikir isinya hanya orang joget-joget, ternyata aku salah. Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan, bahasa inggris via TikTok adalah cara yang sangat-sangat optimal untuk dipraktekan, mungkin le...