Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

DESEMBER

Liburan Desember ini, kita nggak pulang, dan akan habiskan sisa kosong hari di pondok. Agak menyenagkan, pertama karna sebelumnya belum pernah seperti ini, kedua karna “KEMARIN ABIS LIBUR 8 BULAN WOY”, anggap saja ini kafarat. Awalnya, kita  merencanakan kegiatan untuk mengisi liburan dengan kisar 6 harian, dimulai tanggal 27 (senin), berakhir hari minggu yang aku lupa persisnya tanggal berapa. Dan kita harus mengakui kalau perencanaan itu sedikit payah, kecuali bagian nobar Asyura' dan Masak, juga pentol bakar sempol malam 1 januari. Selainnya, hanya tentang pelajaran. Bosan. Tapi dengan datangnya kelas 3 ke Sumber, hal ini agak membantu, jadi lebih sedikit seru. Setelah perencanaan enam hari itu, ada pengumuman revisi, isinya, kita libur sampai tanggal 14 januari, sangat sangat lama untuk ukuran sumber tanpa hp, untung saja masih ada laptop tiap malam. Ah, terlepas dari semua itu, hari hari ini menyenangkan, berbeda, kelompok harisul lail kita juga istimewa, ahaha, pertama kaliny...

REVIEW UJIAN

Absen Absen. Oke, hari ini cukup melegakan, sebenarnya hari-hari kemarin juga sudah cukup melegakan, tapi sekarang, kamis tanggal dua puluh empat desember dua ribu dua puluh, imtihan sekolah tuntas dengan sempurna, juga imtihan tahfidz. Di catatan sebelumnya, aku bisa sangat-sangat kacau, karna setiap datang imtihan, aku selalu menuntut yang paling sempurna yang bisa aku limpahkan. Sedang waktu itu targetku belum rapi, masih berantakan, bingung maana yang harus didahulukan untuk dipelajari dan mana yang masih bisa nanti-nanti. Terlepas dari itu, ternyata kalau sudah dijalani enaklenak aja, dan benar, aku cukup puas untuk hasil yabg kemarin kemarin, setelah belajar mati-matian, setelah mendahulukan mustolah dan umdah dua hari sebelum intihan. Lega. Tapi, tetap saja ada beberapa kesalahan, dan kali ini, aku mau coba review. 1. Minjajul Muslim. Dua soal pertama keluar dari kisi-kisi, semua nggak tahu jawabannya kecuali Ammar, soalnya dia suka baca-baca. 2. Tafsir, Sempurna 3. Umdahtul ahk...

Yg Kubutuhkan

Desember Dua Ribu Dua Puluh

Oke, seperti biasa, aku spontan aja ngetik sesuatu yg kali ini ada di pikiran. Hari-hari ini agak berat, ya, nggak terlalu berat sebenarnya, kalau dilihat dengan sisi-sisi yang berbeda, dibawa santai kayak syauqi juga bisa. Aku baru saja mau menyelesaikan bab pilihanku di kifayatul akhyar, sekalian menghafal tadzhib, eh, ada imtihan. Dan, memang, setiap kali imtihan datang, rasanya ada dorongan buat ngasih yang terbaik yang aku punya, nggak peduli dengan cara apapun. Buktinya, kelas satu kemarin aku ada di peringkat satu, itu juga yang membuat rasa tertekan semakin besar, kayak ada hawa-hawa yang menuntutku, “pokonya kamu ga boleh digeser!”. Belum juga fathul muin, ditambah hafalan sofwatu zubadku, ditambah juga imtihan hafalan yg juz 2. Umdahtul ahkam belum ada kisi-kisi, ulumul quran panjang banget, ulumul hadist juga. Itu kalau “dipikir”, dan sebenarnya kalau mau dijalani mudah saja, seperti sebelum-sebelumnya, cuma, ya begitu. (Stop dulu, ini pegang hp cuma buat ngerjain makalah sh...