Aku selalu berandai-andai untuk tiba-tiba bisa kembali ke masa-masa kelas satu tsanawi, tapi ilmuku di umur seperti yang sekarang ini, jadi aku berdaulat untuk mempelajari apapun sesuka hati ku. Aku akan mengabaikan Matematika, Ipa dan fokus ke ilmu-ilmu yang kupelajari saat ini. Mungkin menghafal tadzhib plus bulughul maramnya. Alfiyah buat nahwunya, Sofwatu zubad untuk fiqihnya. Apalagi jika ditambah sentuhan Tashilul Wushul dan Kifayatul akhyar serta Iqna untuk jajanan sehari-harinya. Ah, itu sempurna sekali. Andai saja. Atau, aku tiba-tiba saja kembali ke delapan bulan lalu, saat awal-awal libur corona, aku akan bingung pada awalnya, tapi akhirnya, setelah mencoba keras untuk memahami, aku gunakan saja 8 bulan itu untuk belajar, cukup menghafal tadzhib, murojaah fathul qorib bersama doktor labib, membaca-baca alfiah dan kifayah. Hingga lewatlah 8 bulan. Setelah 8 bulan itu berlalu, ketika aku ingin kembali ke pesantren, ketika semuanya sudah bersiap, ketika aku juga mulai bosen di ...
Suka film | Suka buku | Suka Mikir | Kadang Aneh Sih