Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Andai saja aku..

Aku selalu berandai-andai untuk tiba-tiba bisa kembali ke masa-masa kelas satu tsanawi, tapi ilmuku di umur seperti yang sekarang ini, jadi aku berdaulat untuk mempelajari apapun sesuka hati ku. Aku akan mengabaikan Matematika, Ipa dan fokus ke ilmu-ilmu yang kupelajari saat ini. Mungkin menghafal tadzhib plus bulughul maramnya. Alfiyah buat nahwunya, Sofwatu zubad untuk fiqihnya. Apalagi jika ditambah sentuhan Tashilul Wushul dan Kifayatul akhyar serta Iqna untuk jajanan sehari-harinya. Ah, itu sempurna sekali. Andai saja. Atau, aku tiba-tiba saja kembali ke delapan bulan lalu, saat awal-awal libur corona, aku akan bingung pada awalnya, tapi akhirnya, setelah mencoba keras untuk memahami, aku gunakan saja 8 bulan itu untuk belajar, cukup menghafal tadzhib, murojaah fathul qorib bersama doktor labib, membaca-baca alfiah dan kifayah. Hingga lewatlah 8 bulan. Setelah 8 bulan itu berlalu, ketika aku ingin kembali ke pesantren, ketika semuanya sudah bersiap, ketika aku juga mulai bosen di ...

Aku Sepertinya Bodoh

Seharusnya aku menyadari ini sejak lama, aku jauh-jauh sekali tertinggal dengan yg lain, (maksudku yang lain ini hanya satu orang) orang yang selalu di depan, udah mirip slogan yamaha. Mts fokus ke nahwu, sedang aku disibukan dengan bermain atau pelajaran umum. Kelas 1 kmi fokus ke fiqih, sedang aku melenceng ke beberapa pelajaran. Begitu juga dengan ushul fiqih, ah, jauh sekali aku dibelakang. Bahkan sekarang, ketika sepertinya dia kehabisan kitab untuk dibaca, dia mulai menghafal hadits. Arghh  (tulisan ini belum selesai, aku akan menulis konklusi dan cara perlawanannya di lain waktu, sekarang, aku hanya ingin kelantai dua dan mulai menghafal tadzhib-11-23-2020)

Setengah kosong

Satu hal paling memuakan kalo berbicara soal waktu adalah penundaan karna terlanjur nggak semangat di awal. Yah, mungkin ini hanya berlaku bagiku. Hari rabu, berarti jadwal kami selaku kelas dua buat mengajukan hafalan, sialnya, sore itu, di kelas atas, aku dan audit malah main-main sendiri. Berawal dari aku yang mengawali coretan pake sepidol di muka. Lalu saling mengejar dengan penghapus. Dilanjut pake obat pel. Sampai akhirnya kami berdua terjun ke medan pertempuran air. Gayung dan sabun yg diaduk jadi senjata yang mematikan, menyenangkan juga sih.  Tapi saat itu waktunya benar-benar nggak cocok. Aku serasa kehilangan momen sendiri, serasa hari itu jadi hari paling menyedihkan dalam minggu ini. Sampai-sampai aku menghitung Oportunity Cost dari habis ashar sampai maghrib. Dan aku berjanji pada diri sendiri untuk cari modal waktu dan eksekusi selagi yang lain tertidur atau apalah (pokonya yg lain harus nganggur dan aku akan hafalan/belajar) Nah........ Setelah itu, setelah di piki...

Kamunya mau ngapain di sini?

Kemarin, waktu di rumah, aku sempet mikir apa sebenarnya gunanya diriku. Maksudku, abi kerja di luar, ummi beres2 rumah, semua orang kelihatan berkerja. Sedang waktu aku di suruh melakukan hal yg sebenarnya ringan rasanya males banget. Padahal harusnya aku sadar dan minta bagian tugas.  Dari situ, aku sadar alasan menetapnya aku di sini, alasan jarak Stalasah Marohil Lebih memisahkan antara aku dengan rumah. Dimana aku nggak boleh qoshor di hari pertama karna aku meniatkan untuk tinggal lebih dari 4 hari. Intinya, kerjaku di sini itu belajar, investasiku buat masa depan itu belajar. Orang-orang bisa semangat banget nyari kerja karna nantinya dapet duit, seharusnya itu sama persis seperti aku dan teman-temanku kini, kita bareng-bareng di sini buat belajar. Apalagi kalo bukan itu? Anehnya, kenapa mayoritas anak males banget buat belajar? Manusia itu daging. Dihiasinya pake kekayaan intlektual. Dari situ nantinya datang momentum-momentum buat kita agar lebih bisa berkembang, lebih bis...

Buat apa satu tahun ada 365 hari

Siapa yang bilang satu tahun harus 365 hari? Kita berjalan di hari-hari yang datang tanpa henti, jadikan saja besok tahun baru, dengan tanggal satu sebagai awal rencanamu, jangan menunggu tahun depan. Hari ini, hari besok, ah, semuanya sama-sama dibatasi 24 jam, cukup lakukan yang paling baik buat hari ini, lalu ulang untuk hari besok, dan hari besoknya lagi, begitu seterusnya.

The day after today

Jadi, nanti aku akan lulus KMI, atau keluar di pertengahan kelas tiga (awal maksudku) setelah sebelumnya serius sekali mempelajari Fiqih dari Al-Iqna Ushul Fiqih dari tashilul ushul fi fahmi lubbul ushul Dan Gramatika bahasa arab dengan Jamiuddurus. Juga beberapa hafalan penting mungkin. Lalu aku akan terbang jauh sekali ke negeri yang pada dasarnya nggak keren2 amat. Cuma kalo akunya serius, itu bakal jadi episode paling epik dalam hidup.  Aku sudah melalui sedikit banyak penyesalan. Aku juga sudah tahu rasanya bersykur lepas rajin-rajinnya belajar. Jadi, insyaallah aku bisa menangani diriku sendiri, aku mampu memilih. Haha. Di sana ada banyak orang dengan banyak tipe kepribadian. Aku ingin bergaul dengan semuanya, yah, walau itu terdengar sama sekali bukan karakterku yang kalau boleh dibilang condong ke introvert. Tapi aku akan berusaha mencoba. 4 tahun dengan kedewasaan berfikir nanti. Itu bisa cukup membuat aku akrab seperti teman2 di MTS yg sekarang sama2 di KMI ini. Cukup unt...